IIMS 2021

Kritisi Laporan Risma ke KPK Terkait Data Ganda Penerima Bansos, Benny K Harman: Curi Uang Rakyat di Siang Hari Bolong!


 
Menurut Benny, kasus dugaan Bansos yang dilaporkan Risma itu tak menutup kemungkinan bakal terhenti di KPK.

(BACA JUGA:Gemas! Ferdinand Hutahaean Sindir Petisi PNS Soal THR dan Gaji ke-13: Saya Gak Percaya yang Bikin Benar-Benar PNS!)
 
“Ada yang bertanya, apakah penanganan kasus ini di KPK nanti akan mangkrak seperti kasus Mr Cilukba atau akan diusut tuntas dan pelakunya dijebloskan ke bui? Mari kita pantau,” ajaknya.

Meski begitu, Risma sudah menegaskan bahwa data ganda tersebut telah dinonaktifkan. “Perbaikan datanya dan hasilnya seperti sudah saya sampaikan 21,156 juta atau 21,158 juta data itu ganda dan kemudian kami 'tidurkan'," terang Risma.

Selain itu, masih menurut Risma, pihaknya juga meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan tambahan untuk bisa ditampung dan diberikan bantuan.

Dari usulan daerah tersebut ada 5 juta warga yang diusulkan menerima bantuan yang rekapannya dari Kemensos. Namun, ada beberapa daerah, di antaranya Papua dan NTT dan sejumlah daerah lain  yang kondisi situasional secara aksesibilitas masih sulit.

Selanjutnya, menurut Risma, Kemensos terus-menerus mendata termasuk dari suku-suku yang ada di dalam hutan yang terus disempurnakan sesuai dengan hasil Stranas dari KPK. TN



BERITA TERKAIT

Kritisi Laporan Risma ke KPK Terkait Data Ganda Penerima Bansos, Benny K Harman: Curi Uang Rakyat di Siang Hari Bolong!

Selasa / 04-05-2021,02:45 WIB

Risma laporkan ke KPK, ada 21 juta data ganda penerima bansos, Benny K Harman Pertanyakan Keserius KPK untuk usut tuntas

Kritisi Laporan Risma ke KPK Terkait Data Ganda Penerima Bansos, Benny K Harman: Curi Uang Rakyat di Siang Hari Bolong!