IIMS 2021

Akui Indonesia Masih Banyak Korupsi, Tapi Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan Terlalu Kecewa, Karena ini Alasannya?


Mahfud MD Sebut, Meski Indonesia Masih Banyak Korupsi, Tapi Mengalami Kemajuan-Twitter @mohmahfudmd-Twitter @mohmahfudmd

TRENDINGNEWS –  Pernyataan Menkopolhukam, Mahfud MD baru-baru ini mengundang polemik di kalangan warganet.

Statement Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan tersebut, terkait korupsi yang terjadi di Indonesia.

Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu kecewa. Karena negara ini juga sudah mengalami kemajuan cukup signifikan.

Alhasil, ucapan itu pun membuat netizen bertanya-tanya, apa maksudnya. Mengingat kondisi korupsi saat ini sudah menjadi musuh bagi masyarakat Indonesia.

(BACA JUGA:Pengunjung Pasar Tanah Abang Melonjak Tajam, Anies Baswedan Terapkan Aturan Baru ini!)

Seperti disampaikan Mahfud MD saat acara Tadarus Demokrasi gelaran MMD Initiative, Sabut 1 Mei 2021 lalu,  “Terkadang, kebijakan ekonomi yang sifatnya koruptif, bahkan kasus-kasus yang kadang kala merugikan upaya pencapaian tujuan negara itu ditempuh secara demokrasi, melalui proses-proses demokrasi,” urai Mahfud MD.

Ia pun lantas berujar, agar masyarakat diminta untuk tidak perlu terlalu kecewa atas negara yang saat ini masih koruptif.

Argumen Mahfud MD, Indonesia telah mengalami kemajuan jika dikomparasi dari sebelum-sebelumnya. “Misalnya sekarang ini negara kita ini sangat koruptif, oligarkis dan sebagainya, tidak boleh kita terlalu kecewa. Karena nyatanya dari waktu ke waktu, kita itu mengalami kemajuan,” tegas Mahfud MD.

Meski begitu, menurutnya keadaan demokrasi di Indonesia tetap harus ada perbaikan. Namun, tak boleh dinafikan juga atas adanya kemajuan yang berhasil dicapai oleh Indonesia.

(BACA JUGA:Jadi Kurir Narkoba, Oknum PNS DKI Jakarta ini Ditangkap Polisi Banda Aceh, Syafrin Liputo: Akan Diberhentikan Tidak Hormat!)

“Tentu kehidupan demokrasi kita itu tetap harus diperbaiki, tapi kemajuan-kemajuan yang telah dicapai selama ini juga tidak usah atau tidak boleh dinafikan,” lanjut Mahfud MD.

Lalu, ia pun mendeskripsikan kondisi perekonomian saat Indonesia belum merdeka, kemiskinan terjadi oleh hampir seluruh penduduk.
Begitu Indonesia merdeka, Bung Karno memerintah sampai tahun 1966 itu kemiskinan berkurang, "Dari yang dulu mungkin diperkirakan 99 persen gitu kalau Indonesia tidak merdeka, Bung Karno jatuh itu kalau tidak salah sekitar 54 persen orang Indonesia miskin,” jabar Mahfud MD.

Kemudian, Bung Karno diganti orde baru, terus pembangunan ekonomi digenjot, Pak Soeharto jatuh, ekonomi, tingkat kemiskinan, angka kemiskinan tinggal 18 persen pada tahun 1997-1998.

(BACA JUGA:Nadiem Makarim Aman, Presiden Jokowi Segera Lantik Pejabat Baru di Reshuffle Kabinet Jilid 2, ini Nama-Namanya!)

Lantas Mahfud MD pun menyebut kalau angka kemiskinan Indonesia tinggal 11,9 persen saat akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Nah saat Pak Jokowi memerintah lima tahun pertama, angka kemiskinan turun menjadi 9,1 persen. Karena ada pandemi, setahun terakhir konon naik lagi angka kemiskinan menjadi 9,7 persen,” ujar Mahfud MD.

Berangkat dari situ, Mahfud MD bilang, sesungguhnya Indonesia terus mengalami kemajuan, meskipun masih banyak tindak kasus korupsinya.

“Artinya, ada kemajuan meskipun banyak korupsinya. Karena negara Indonesia ini kaya raya kalau dikelola, meskipun secara koruptif itu manfaatnya tetap banyak bagi rakyat. Apalagi kalau dikelolanya nanti secara bersih dari korupsi,” tutup Mahfud MD. TN

 


BERITA TERKAIT

Akui Indonesia Masih Banyak Korupsi, Tapi Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan Terlalu Kecewa, Karena ini Alasannya?

Minggu / 02-05-2021,22:11 WIB

Mahfud MD Sebut Masyarakat Jangan Terlalu Kecewa Kalau Indonesia Masih Banyak Korupsi, Indonesia Mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, kemiskinan di Indonesia

Akui Indonesia Masih Banyak Korupsi, Tapi Mahfud MD Minta Masyarakat Jangan Terlalu Kecewa, Karena ini Alasannya?