Trump Tangkap Maduro, Dunia Terpecah Dua Kubu
Nicolas Maduro, Presiden Venezuela-Eneas de Troya-Wikipedia
JAKARTA, TRENDINGNEWS.ID - Ketegangan geopolitik global meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Operasi militer yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump tersebut segera memicu gelombang kecaman dan dukungan dari berbagai negara di dunia.
Rusia Vokal Kutuk Penyerangan
Rusia menjadi salah satu negara yang paling vokal mengutuk tindakan Washington.
BACA JUGA:Super Flu Subclade K Merebak, Perkuat Imun dengan Ramuan Alami
Pemerintah Rusia menilai serangan bersenjata AS terhadap Venezuela sebagai tindakan agresi yang tidak memiliki pembenaran apa pun.
"Pagi ini, Amerika Serikat melakukan aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela. Ini sangat mengkhawatirkan dan patut dikutuk," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya pada Sabtu, 3 Januari 2026 waktu setempat.
Rusia menilai diplomasi telah dikalahkan oleh kepentingan ideologis dalam kebijakan luar negeri AS.
"Dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut tidak dapat diterima. Permusuhan ideologis telah mengalahkan pragmatisme bisnis," sebut pernyataan tersebut.
BACA JUGA:Tidak Terima Fitnahan! Aura Kasih Lewat Kuasa Hukum Bantah Isu Tak Sedap dengan Ridwan Kamil
Moskow kembali menegaskan dukungannya terhadap pemerintah Venezuela dan menekankan pentingnya menjaga kedaulatan negara.
"Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan dukungan kami terhadap tindakan kepemimpinan Bolivarian yang bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Rusia juga mengingatkan bahwa kawasan Amerika Selatan seharusnya tetap menjadi wilayah damai tanpa intervensi militer asing.
"Dalam situasi saat ini, yang terpenting adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan fokus pada pencarian jalan keluar dari situasi ini melalui dialog," cetus Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataannya.
BACA JUGA:Malut United Mengamuk di Ternate, PSBS Biak Dibantai 6-2 dan Rekor Tercipta
Desakan China Untuk Pembebasan
Sementara itu, China mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
"China menyerukan AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Maduro dan istrinya, segera membebaskan Presiden Maduro dan istrinya," ujar Kementerian Luar Negeri China pada Minggu, 4 Januari 2026.
Beijing juga meminta Washington menghentikan upaya penggulingan pemerintahan Venezuela melalui kekuatan militer.
BACA JUGA:Super Flu Subclade K Masuk RI, Ini Tanda dan Gejalanya
"Hentikan upaya untuk menggulingkan rezim Venezuela, dan menyelesaikan masalah ini melalui dialog dan negosiasi," demikian bunyi pernyataan itu.
Brasil Ikut Mengecam Keras Tindakan AS
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula Da Silva turut mengecam keras tindakan AS yang dinilai telah melewati batas hukum internasional.
"Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional," kata Lula pada minggu, 4 Januari 2026.
BACA JUGA:Beasiswa UI 2025 untuk Mahasiswa Terdampak Bencana : UKT Gratis Selama Setahun
Spanyol dan Uni Eropa Tidak Mengakui Pemerintah Maduro
Di Eropa, Spanyol dan Uni Eropa menegaskan tidak mengakui pemerintahan Maduro, namun tetap menolak intervensi militer AS.
"Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan," ujar Pedro.
Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menegaskan posisi Uni Eropa tetap berlandaskan hukum internasional.
BACA JUGA:Borneo FC Bangkit Dramatis, Persija Amankan Tiga Poin
"Seperti yang telah ditegaskan secara konsisten oleh Parlemen Eropa, kami tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela yang sah dan terpilih... @Europarl_EN selalu menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, dukungan untuk demokrasi, dan pengakuan atas kehendak sah rakyat Venezuela," katanya.
Israel dan Ukraina Menyatakan Dukungan Terhadap Trump
Di sisi lain, Israel dan Ukraina menyatakan dukungan terbuka terhadap langkah Trump.
"Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian para prajurit pemberani Anda," kata Netanyahu.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Smartwatch Hitung Kalori Paling Akurat, Terbaik untuk Diet Sehat
Ukraina menyebut operasi AS sebagai upaya melawan rezim yang dianggap menindas rakyatnya sendiri.
"Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, bebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut dalam segala hal... Kami mendukung perkembangan lebih lanjut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional, dengan memprioritaskan demokrasi, hak asasi manusia, dan kepentingan rakyat Venezuela," ujarnya.