Super Flu Subclade K Masuk RI, Ini Tanda dan Gejalanya

Super Flu Subclade K Masuk RI, Ini Tanda dan Gejalanya

Waspadai gejala super flu-ISTIMEWA (AI)-

JAKARTA, TRENDINGNEWS.ID - Keberadaan virus super flu kini telah terkonfirmasi di Indonesia melalui pemantauan kesehatan nasional.

Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus positif super flu hingga Desember 2025 berdasarkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing atau WGS.

Super flu merupakan varian baru dari virus influenza A H3N2 yang termasuk dalam kelompok subclade K.

Munculnya super flu menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena gejalanya sering disalahartikan sebagai pilek biasa.

BACA JUGA:5 Drama Korea Terbaru yang Siap Tayang di 2026, Bikin Januari Penuh Hiburan!

Pakar kesehatan menilai masih banyak kekeliruan dalam memahami perbedaan influenza dan common cold.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menegaskan bahwa istilah flu kerap digunakan secara tidak tepat.

"Kita itu masih sering menggunakan istilah flu dengan tidak tepat, jadi misalnya batuk, demam, pilek, 'kenapa?', lagi flu gitu, padahal flu itu harus spesifik influenza. Sedangkan batuk, demam, pilek, yang bisa reda sendiri dengan istirahat, artinya gejala demam batuk pilek tidak terlalu parah, kita menyebutnya selesma atau common cold," ungkap dr Nastiti dalam konferensi pers IDAI secara daring beberapa waktu lalu.

Ini Perbedaan Gelaja Antara Super Flu dan Common Cold

BACA JUGA:5 Smartwatch Murah Terbaik dengan GPS dan Dukungan Strava di 2025

Ia menjelaskan bahwa influenza, termasuk super flu, disebabkan oleh virus tertentu dan dapat memicu gejala yang lebih berat, sementara itu, common cold biasanya dipicu berbagai virus lain dengan keluhan ringan dan dapat sembuh sendiri.

Pada common cold, demam jarang muncul dan biasanya tidak tinggi, sedangkan pada super flu, demam dapat muncul mendadak dengan suhu tinggi selama beberapa hari.

Sakit kepala jarang dialami penderita common cold, namun sakit kepala justru sering terjadi pada super flu.

Nyeri otot pada common cold bersifat ringan, tetapi nyeri dan pegal pada super flu sering terasa berat.

BACA JUGA:Adopsi Anak Gaza, Ahmad Dhani Sebut Jalankan Perintah Agama

Rasa lemas pada common cold umumnya ringan dan singkat berbanding dengan superf lu, rasa lemah bisa berlangsung lama hingga berminggu-minggu.

Pilek dan bersin sering ditemukan pada common cold, pilek dan bersin justru jarang muncul pada super flu.

Batuk pada common cold biasanya ringan, namun batuk pada super flu dapat menjadi berat dan menetap.

Common cold jarang membuat penderita harus beristirahat total, sedangkan superbflu sering menyebabkan penderita harus berbaring selama lima hingga sepuluh hari.

BACA JUGA:Cara Mencairkan JHT Tanpa Paklaring, Berlaku untuk Saldo di Bawah dan di Atas Rp10 Juta

Komplikasi common cold umumnya terbatas pada sinus dan infeksi telinga, sedangkan super flu berisiko menimbulkan pneumonia, gangguan organ, hingga kondisi yang mengancam nyawa.