Tegas! Presiden Jokowi Sampaikan Permintaan Beberapa Hal ini Pada Masyarakat untuk Melawan Covid-19

Senin 05-07-2021,18:45 WIB
Reporter : Agus Irawan
Editor : Guntara


Ilustrasi prokes covid-19 |Sumber facebook Presiden Joko Widodo|

TRENDINGNEWS.ID -  Presiden Joko Widodo (Jokowi)   terus menghimbau kepada rakyat Indonesia untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mematuhi aturan PPKM darurat. 

"Selamat pagi. Tak ada tempat yang lebih baik saat ini selain di rumah saja dan menjauhi kerumunan," kata Jokowi melalui akun facebooknya @jokowidodo, Senin  5 Juli  2021.

Bahkan Jokowi memposting gambar kartun atau animasi seorang wanita  sedang mencuci tangan. 

Selain itu, Jokowi menghimbau agar tetap belajar dan bekerja di rumah. 

(BACA JUGA:Soal Polemik PPKM Darurat, Ali Mochtar Ngabalin Minta Tidak Ada Lagi Pernyataan Sampah! Terkait Statement Pandu Riono?)

"Dengan belajar dan bekerja di rumah, Anda telah melindungi diri, keluarga, dan lingkungan, juga membantu para tenaga kesehatan yang tengah berjuang di ruang-ruang perawatan rumah sakit menangani pasien Covid-19," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta dengan persatuan dan gotong-royong masalah pandemi bisa dilewati bersama-sama. 

"Dengan persatuan dan gotong-royong, kita akan melalui masa-masa sulit ini bersama-sama," katanya. 

Sebelumnya  pemerintah dalam m nghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang kian meningkat, Kementerian Kesehatan akan memperkuat pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang tingkat penularan kasusnya tinggi.

(BACA JUGA:Mau Hubungan Intim Memuaskan? Pahami Posisi Seks Favorit dan Cocok Menurut Zodiak Pasangan Anda )

''Kita akan meningkatkan testing dan tracing kita, 3 sampai 4 kali lipat dari yang ada sekarang, seperti di negara-negara lain yang sedang naik tinggi kasusnya,'' kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis 1 Juli 2021.

Diungkapkan Menkes, saat ini kapasitas testing harian di Indonesia sekitar 100 ribu kasus per hari, dengan target ini maka capaian testing per hari bisa mencapai 400 ribu kasus.

Untuk mencapai target tersebut, setiap kabupaten/kota telah ditetapkan target harian yang harus dikejar, ini sesuai dengan guidance WHO.

Menkes menegaskan bahwa penguatan testing akan diprioritaskan untuk mempercepat penemuan kasus suspek dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi, bukan digunakan untuk skrining maupun syarat perjalanan.

(BACA JUGA:Asyik, Ada yang Baru Nih! Greenroom, Clubhouse ala Sportify, Ternyata Punya Fitur Mengasyikkan dan Bisa Kumpul dengan 1.000 Anggota dalam 1 Room? )

''Prioritas testing kita perbaiki, testing ini untuk kepentingan epidemologi bukan untuk testing skrining, jadi benar-benar kita kejar suspek dan kontak eratnya,'' terangnya.

Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan Swab PCR maupun RDT Antigen. RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.

''Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai Rapid Antigen,'' tuturnya.

Disamping penguatan testing, Kementerian Kesehatan juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

 

 

Kategori :

Terpopuler