Dedi Mulyadi Tanggapi Sindiran Pandji soal Gubernur Artis: Sayang Sekali Bang Pandji

Dedi Mulyadi Tanggapi Sindiran Pandji soal Gubernur Artis: Sayang Sekali Bang Pandji

Dedi Mulyadi Tanggapi Sindiran Pandji soal Gubernur Artis-@lambeh_turah-Instagram

JAKARTA, TRENDINGNEWS.ID --- Dedi Mulyadi akhirnya buka suara menanggapi sindiran komika Pandji Pragiwaksono yang menyebut masyarakat Sunda gemar memilih kepala daerah berlatar belakang artis. 

Pernyataan tersebut ramai dibicarakan setelah cuplikan stand-up comedy Pandji beredar luas di media sosial dan turut diunggah ulang oleh Dedi Mulyadi sendiri.

Dalam potongan video itu, Pandji melontarkan kritik bernada satir soal kecenderungan pemilih di Jawa Barat.

BACA JUGA:Tidak Terima Fitnahan! Aura Kasih Lewat Kuasa Hukum Bantah Isu Tak Sedap dengan Ridwan Kamil

"Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernurnya waktu itu Dedi Mizwar artis film. Wakil Gubernur mereka Dede Yusuf artis TV. Sekarang gubernurnya Dedi Mulyadi artis youtube," kata Pandji dalam cuplikan video yang diunggah ulang Dedi Mulyadi, Minggu 4 Januari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan ketidaksetujuannya. 

Ia menilai pernyataan Pandji kurang tepat karena dua figur publik yang disebut justru gagal memenangkan kontestasi sebagai calon gubernur.

"Sayang sekali Bang Pandji, Pak Dedi Mizwar dan Pak Dede Yusuf waktu nyalonin jadi gubernur malah gak kepilih. Pak Dedi Mizwar dulu pasangannya sama saya loh calon wakil gubernurnya, kemudian Pak Dedi Yusuf pasangannya dengan Pak Lex, juga tidak terpilih," kata Dedi Mulyadi dalam unggahan Instagramnya.

BACA JUGA:KUHP dan KUHAP Baru Dinilai Pro-Keadilan dalam Kasus Kritik

Dedi kemudian menjelaskan rekam jejak politik kedua tokoh tersebut. 

Dedi Mizwar pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013–2018 mendampingi Ahmad Heryawan, namun kalah saat maju sebagai calon gubernur pada Pilgub 2018. 

Hal serupa dialami Dede Yusuf yang juga pernah menjadi Wakil Gubernur Jabar periode 2008–2013, namun gagal saat maju sebagai calon gubernur pada 2013.

Lebih jauh, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa latar belakang artis tidak otomatis meniadakan kapasitas seseorang dalam memimpin. 

BACA JUGA:Borneo FC Bangkit Dramatis, Persija Amankan Tiga Poin