Soroti Perseteruan Israel-Palestina, Teddy Gusnaidi 'Colek' Para Penyembah Khilafah Berjihad

Minggu 16-05-2021,20:56 WIB
Reporter : Aswan
Editor : Aswan

Pada kantor dan bangunan lainnya juga bagkan kini telah dievakuasi oleh pemilik gedung ketika menerima adanya peringatan.

(BACA JUGA:Seolah 'Colek' Pemerintah Indonesia, Fahri Hamzah Ingatkan Janji Presiden Soekarno Soal Palestina Pada 1962)

Sebelum adanya penyerangan, pihak Israel mengaku telah mengeluarkan peringatan sebelumnya kepada pihak gedung.

Gary Pruitt, Presiden dan juga sebagai CEO media AP, menyatakan bahwa belasan wartawan dan wartawan lepas AP telah dievakuasi.

"Kami syok dan merasa ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang berisi kantor biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza," melalui pernyataan resminya.

Masih menurut Gary, "Dunia hanya akan sedikit tahu soal apa yang sedang terjadi di Gaza, karena apa yang telah terjadi hari ini."

(BACA JUGA:Soal WNA China Datang di Hari Lebaran, Fadli Zon: Mau Migrasi Menetap di Negeri ini atau Bekerja?)

Hal senada disampaikan pejabat Direktur Jendral Al Jazeera Media Network bilang, atas adanya serangan Israel, aksi ini dinilai sebagai tindakan pembungkaman media dan bertujuan untuk menutupi aksi pembantaian di Gaza.

Lebih jauh direktur tersebut menegaskan, "Tujuan dari kejahatan keji ini adalah untuk membungkam media serta menutupi pembantaian dan juga penderitaan rakyat Gaza."

Namun, hal itu segera dibantah dengan tegas oleh juru bicara militer Israel, penyerangan gedung tersebut bertujuan untuk menargetkan militer Hamas yang ada di gedung itu. "Itu salah besar, media bukanlah target," tukasnya. ####

Kategori :

Terpopuler