IIMS 2021

Fakta Terkini, Puslabfor Ungkap Cairan yang Ditemukan di Eks Kantor Sekretariat FPI, Ternyata Bahan Peledak?


Tim Densus 88 Temukan Cairan Mencurigakan di Eks Kantor Sekretariat FPI|Polda Metro Jaya|Polda Metro Jaya

TRENDINGNEWS – Lanjutan dari hasil penggeledahan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap eks kantor sekretariat FPI memaparkan fakta baru.

Fakta yang dimaksud, terkait barang bukti berupa cairan yang berhasil ditemukan di kantor tersebut.

Semula, informasi yang merebak cairan itu diduga untuk toilet, namun dari hasil penelitian cairan itu justru untuk bahan peledak.

Hal itu dibeberkan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri.

(BACA JUGA:Dana Patungan Buat Beli Kapal Selam Tak Bisa Diterima TNI AL Karena Pertimbangan ini)

Menurut Kombes Pol Ahmad Ramadhan, berdasarkan hasil identifikasi dari Puslabfor Polri, disimpulkan bahwa cairan itu adalah bahan kimia yang berpotensi dipakai sebagai bahan baku peledak.

Seperti dibilang Ahmad Ramadhan, "Puslabfor yang telah melakukan identifikasi menyimpulkan bahwa barang yang ditemukan tersebut adalah bahan kimia yang berpotensi yang digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan peledak 'TATP'."

Lebih lanjut, Ahmad Ramadhan menjelaskan, TATP merupakan bahan kimia yang sifatnya sangat mudah terbakar.

Selain itu, bahan peledak yang menggunakan TATP dapat dikategorikan memiliki daya ledak tinggi.  "TATP juga bahan kimia yang merupakan bahan baku peledak TNT," paparnya.

(BACA JUGA:Sambut Kehadiran Partai Ummat, Sekjen PKS: Jika Memungkinkan Bisa Saja Kerjasama)

Hal ini sekaligus mematahkan statement penasihat hukum Munarman yang mengatakan bahwa yang ditemukan pihak kepolisian tersebut adalah cairan pembersih toilet.

"Jadi, itu tiga yang disimpullkan Puslabfor Polri. Banyak rekan yang menanyakan tentang adanya berita hoaks tentang apa benar isi cairan itu sebagai pembersih toilet," lanjut Ramadhan.

Saat disinggung soal kandungan kandungan cairan itu apakah punya kesamaan dengan cairan pembersih toilet, dengan tegas Ramdhan menyebut dari hasil temuan barang bukti  di antaranya memang ada pembersih toilet.

Maksudnya, masih kata Ramadhan, bukan semua barang bukti itu pembersih toilet. "Diplesetkan bahwa yang ditemukan Densus adalah pembersih toilet. Jadi Densus menemukan salah satunya cairan kimia, karena yang ditemukan ada banyak barang bukti, di antaranya pembersih tolilet," ujar Ramadhan.

(BACA JUGA:Komentari Penggalangan Dana Buat Beli Kapal Selam, Deddy Corbuzier dan Faiz Rahman Khawatirkan Hal ini)

Sebelumnya, mantan Sekretaris Jendral FPI, Munarman telah ditangkap di rumahanya  oleh tim Densus 88 pada sore hari sekitar jam 15.35 WIB.

Penangkapan Munarman, terkait dugaan ada keterlibatan dengan aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu dan Munarman diduga menggerakkan orang untuk melakukan tindak pidana teroris.

Dari sana, Densus 88 pun melanjutkan proses penggeledahan di bekas kantor Sekretariat FPI, Petamburan, Jakarta Pusat. TN



BERITA TERKAIT

Fakta Terkini, Puslabfor Ungkap Cairan yang Ditemukan di Eks Kantor Sekretariat FPI, Ternyata Bahan Peledak?

Senin / 03-05-2021,02:19 WIB

Pihak kepolian ungkap fakta terbaru, terkait temuan barang bukti berupa cairan di eks kantor sekretariat FPI

Fakta Terkini, Puslabfor Ungkap Cairan yang Ditemukan di Eks Kantor Sekretariat FPI, Ternyata Bahan Peledak?

Ditangkap Densus 88, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Kasus Terorisme

Rabu / 28-04-2021,23:52 WIB

Munarman Ditangkap Densus 88, Munarman Dituduh Terlibat Baiat ISIS, Munarman Diduga Terlibat Kasus Terorisme, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Terorisme

Ditangkap Densus 88, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Kasus Terorisme

Guntur Romli: Penangkapan Munarman Sudah Benar, Jangan Biarkan Dia Bikin Hoax dan Provokasi

Rabu / 28-04-2021,23:47 WIB

Guntur Romli Dukung Penangkapan Munarman, Munarman Ditangkap Densus 88, Guntur Romli Sebut Penangkapan Munarman Sudah Tepat, Jangan Biarkan Munarman Bikin Provokasi

Guntur Romli: Penangkapan Munarman Sudah Benar, Jangan Biarkan Dia Bikin Hoax dan Provokasi