Bolehkah Mencampur Vaksinasi Beda Merek pada Dosis 1 dan 2? Jangan Sembarangan, ini Kata Ilmuwan!

Rabu 14-07-2021,07:00 WIB
Reporter : Rezkia Kurniasih
Editor : Guntara

TRENDINGNEWS.ID - Saat ini, vaksin COVID-19 masih terus didistribusikan ke seluruh masyarakat Indonesia.

Pemberian vaksin ini merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah kasus infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Organisasi Kesehatan dunia (WHO) menghimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk tidak mengganti atau mencampur merek Vaksin yang digunakan saat melakukan vaksinasi dosis kedua.

Kepala Tim Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan menyatakan pencampuran merek vaksin yang berbeda adalah 'tren berbahaya'.

BACA JUGA:Vaksin Gotong Royong Berbayar Ditunda, Saleh Partaonan: Itu Artinya Pemerintah Mendengar Aspirasi Rakyat

"Ada tren yang berbahaya saat ini. Kita saat ini belum memiliki bukti soal mencampur dan mencocokkan [vaksin beda merek]," ujar Soumya, dalam sebuah pertemuan daring, melansir Reuters.

Berdasarkan keterangannya juga belum ada riset membuktikan bahwa mencampur 2 merek yang berbeda saat vaksinasi dosis 1 dan 2 adalah sebuah bahaya atau manfaat.

"Belum ada cukup bukti. Kita belum tahu manfaat dan efek sampingnya kalau diberikan demikian," ujar Iris saat wawancara dengan media.

Perlu diketahui, Vaksinasi atau imunisasi bertujuan untuk membuat sistem kekebalan tubuh seseorang mampu mengenali dan dengan cepat melawan bakteri atau virus penyebab infeksi.

BACA JUGA:Bangun Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Lapas Kelas IIA Karawang Luncurkan Tiga Inovasi

Tujuan yang ingin dicapai dengan pemberian vaksin COVID-19 adalah menurunnya angka kasus positif virus Corona.

Terlepas dari hal itu, sebenarnya bolehkah menggunakan vaksin beda merek?

Oxford University melakukan sebuah penellitian soal hal ini, hasilnya adalah mereka menemukan bahwa dengan menggabungkan dua vaksin Covid-19 yang berbeda merek dapat memberikan perlindungan yang baik bagi tubuh untuk melawan virus corona.

Di samping itu, beberapa negara juga mencoba menggabungkan penggunaan dua merek vaksin berbeda.

Kategori :

Terpopuler