Fakta Baru! Ternyata Singapura Ragukan Kemutakhiran Vaksin Sinovac, Karena Alasan ini?

Jumat 09-07-2021,21:34 WIB
Reporter : Tiara Islami
Editor : Guntara

TRENDINGNEWS.ID - Singapura meragukan kemutakhiran vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan China, Sinovac.

Direktur layanan medis Singapura, Kenneth Mark, mengatakan ada bukti dari negara lain menunjukkan mereka yang disuntik vaksin Sinovac masih terinfeksi. "Ada risiko yang signifikan dari terobosan vaksin," katanya.

Suntikan CoronaVac Sinovac bukan bagian program vaksinasi nasional Singapura. Singapura masih menunggu data penting dari perusahaan tersebut.

Padahal, Mei 2021 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac-CoronaVac untuk inokulasi terhadap penyakit virus corona Covid-19.

BACA JUGA:Jangan Dipolitisasi Pemerintah Dalam Tangani Covid-19, Anggota DPR RI: Mari Rakyat Indonesia Bersatu Lawan Corona

Sekarang ini, Singapura baru menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna dalam program vaksinasi nasionalnya. Tapi, Singapura tetap mengizinkan 24 klinik kesehatan swasta di negaranya untuk menggunakan vaksin Sinovac karena sudah mengantongi izin WHO.

Kendati demikian,   Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama mengajak masyarakat untuk menerima vaksin buatan Sinovac walau Singapura tidak mengakuinya.

Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa vaksin buatan Sinovac aman digunakan karena beberapa hal.

"Vaksin buatan Sinovac sudah di-approve (disetujui, red.) oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan di-approve BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," kata Tjandra, Kamis 08 Juli 2021.

BACA JUGA:Astagfirullah! Wendi Cagur Diisukan Meninggal Dunia di TikTok, Netizen Akhirnya Saling Mendoakan!

Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, menyebutkan bahwa keputusan Singapura tidak memasukkan CoronaVac atau vaksin buatan Sinovac dalam daftar vaksinasinya merupakan langkah yang harus dihormati.

Pasalnya, setiap negara memiliki kebijakannya masing-masing untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

 

Kategori :

Terpopuler