Covid-19 di Indonesia Makin Melonjak, Rizal Ramli Sebut Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Mismanagement: Masih Sibuk Proyek-Proyek

Kamis 24-06-2021,00:14 WIB
Reporter : Guntara
Editor : Guntara


Rizal Ramli kritik Presiden Jokowi dan Sri Mulyani Soal penanganan covid-19||Instagram @rizalramli.official

Trendingnews.Id -  Secara mengejutkan, tiba-tiba Rizal Ramli menyentil Presiden Joko Widodo dan Sri Mulyani.

Rizal Ramli menyebut pemerintah telah mismanagement dalam kondisi seperti sekarang ini.

Menurut Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi di masa pemerintahan Gus Gur ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani  dinilai lebih fokus untuk mengurus sejumlah proyek.
 
Itu kenapa ia menyebut pemerintah telah melakukan mismanagement dalam penanganan pandemi Covid-19, lantaran lebih berfokus pada proyek-proyek infrastruktur dan bukan pada kesehatan.

(BACA JUGA:Rian D'Masiv Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Tim Manajernya Beri Keterangan Mengejutkan ini?)

“Inilah mismanagement pandemi, bukannya fokus atasi pandemi, @jokowi & Menkeu Terbalik masih sibuk proyek2, ibukota barulah, toll ini itulah. Payah,” ujar Rizal via akun Twitternya @RizalRamli.Official, seperti dikutip Trendingnews.id, Selasa 22 Juni 2021.

Rizal pun lebih jauh mengomentari lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah provinsi yang belakangan ini makin menggila.

Ia menyebut sejumlah provinsi yang tinggi lonjakan kasus Covid-19 belum menerapkan lockdown karena tidak memiliki anggaran.

+++++

Hal itu menyusul pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengko Buwono X yang mengaku tidak sanggup melakukan lockdown karena tidak mampu membiayai rakyatnya.

(BACA JUGA:Trending Terkini: Rian D'Masiv Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Pada Anak Denny Sakrie, Netizen pun Minta Klarifikasi)

Jakarta pun ikut disoroti Rizal, karena seharusnya sudah melakukan lockdown sejak awal. Terlebih melihat sumbangan jumlah kasusnya yang saat ini menjadi provinsi tertinggi.

“Jogja dan Jabar tidak mampu lock down karena tidak punya uang! Jkt juga harusnya lock down dari awal!” tulis Rizal lagi.

Sesuai laporan tim Satgas covid-19, Kasus harian Covid-19 di Tanah Air semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data statistik peta sebaran Covid-19 Indonesia covid19.go.id, pada hari Jumat 18 Juni 2021, tercatat total 1.950.257 kasus terkonfirmasi, dengan tambahan sebesar 12.624 kasus.

(BACA JUGA:Hasil Moto3 2021: Pedro Acosta Podium di Sachsenring Jerman, Meski Sebelumnya Sempat Mengalami Hal ini?)

Ada pun data statistik kasus aktif Covid-19 sebesar 125.303 dengan tambahan 4.997 kasus, untuk kasus sembuh sebesar 1.771.220 dengan tambahan 7.350 kasus sembuh, dan kasus meninggal dengan jumlah 53.753 serta tambahan sebesar 277 kasus meninggal dunia.

Jakarta sebagai salah satu provinsi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi, tercatat ada penambahan sebanyak  2.376 kasus baru.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendesak pemerintah untuk kembali memberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab menurutnya pasca libur lebaran penyebaran Covid-19 semakin menggila.

"Angka penularan COVID-19 pasca-libur Lebaran 2021 semakin menggila. Pada Kamis 17 Juni lalu, angka penularan dan kematian harian nasional mencetak rekor baru, yakni 12.624 kasus harian (tertinggi sejak 30 Januari 2021) dan 227 orang meninggal dunia (tertinggi sejak 3 April 2021)," kata Charles, pada Jumat 18 Juni 2021.

(BACA JUGA:Hasil Moto2 2021: Start dari Posisi 3, Remy Gardner Buktikan Bisa Podium di Sachsenring Jerman, Tim Red Bull KTM Ajo Kembali Mendominasi)

Selain itu, Charles juga menyoroti ketersediaan tempat tidur di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa yang sudah di atas batas yang ditetapkan WHO yaitu 60%.

"Di sisi lain, angka keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) fasilitas kesehatan (faskes) di hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa sudah di atas batas WHO 60%. *

Kategori :

Terpopuler