JAKARTA, TRENDINGNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Pati Sudewo sebagai tersangka tas kasus dugaan jual beli jabatan perangkat di desa sana.
Atas perkara ini, calon perangkat desa telah diguna diminta untuk menyetorkan uang melalui sebuah perantara atau orang kepercayaan dari Bupati Pati Sudewo dengan sebuah nominal Rp 123 juta hingga Rp 225 juta.
Atas pelaksana dari Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu telah menjelaskan bahwa pada besaran setoran tersebut telah ditetapkan berdasarkan adanya arahan dari Bupati Pati Sudewo dan akan dikelola oleh pihak-pihak yang sudah menjadi orang kepercayaan nya.
BACA JUGA:Apakah Diet Karnivora Membahayakan? Berikut Penjelasannya
“Berdasarkan arahan SDW (Sudewo), saudara Zion kemudian menetapkan tarif sebesar Rp 165 juta - Rp 225 juta setiap calon perangkat desa. Jadi tiap perangkat desa itu dimintai antara nominal tersebut untuk mendaftar besaran tarif tersebut, tapi angkanya sudah di-mark up oleh YON dan Jion (sebagai orang kepercayaan Sudewo) dari sebelumnya Rp 125 jt - Rp 150jt” ucap Asep saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK.
Asep telah menambahkan bahwa dari praktik tersebut telah terkumpul uang setoran dengan total nilai Rp 2,6 miliar.
Pada berdasarkan keterangan para pihak yang telah diamankan, pada uang tersebut telah dikumpulkan melalui secara acak oleh para pemberi dan dimasukkan ke dalam karung.
Menurut dari asep, pada penggunaan karung bukan hanya dilakukan atas perintah khusus untuk dapat menyamarkan uang, hal tersebut melainkan karena para pemberi sudah kebingungan untuk membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar untuk dapat diseharkan kepada perantara.
BACA JUGA:Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros di Dalam Terdapat 7 Kru dan 3 Pegawai KKP
“Jadi uang ini dikumpulin dari beberapa orang, dimasukin karung kan ada karung warna ijo dibawa karungya, kaya ngarungin ular gitu. Jadi dikarungin dari si ini dan si anu, mungkin kalau mau dibawa (pakai tangan) kan susah” ucap Asep.
Asep telah menjelaskan bahwa pada uang tunia yang ditampilkan sebagai barang bukti dalam konferensi pers sudah telah dirapihkan kembali oleh penyidik.
Pada meskipun demikian, pecahan uang akan tetap sesuai dengan kondisi saat ditemukan di lapangan.
“Kan kelihatan tadi uangnya ada 50 ribuan pecahan, ada pecahan (kecil), tapi tadi kelihatan rapi karena sudah dipacking ulang sebetulnya kalau mau aslinya itu dari karung tadi dan ada ikatnya pake karet jadi karung itu alat untuk membawa uang" ucap Asep menandasi.