Waspada! Mutasi Terbaru Covid-19: Varian R.1 Sudah Menyerang Amerika, Begini Ciri-Ciri dan Gejalanya yang Ditimbulkan

Sabtu 25-09-2021,19:18 WIB
Reporter : Guntara
Editor : Guntara


Varian R.1 mutasi terbaru covid-19 mulai menyerang Amerika, tetap waspada dan kenali gejala yang ditimbulkannya |Ilustrasi by pixabay

"Serangan varian Delta dari Covid-19 baru agak reda, namun belakangan malah muncul kabar varin terbaru bernama R.1 sudah pasang kuda-kura."

TRENDING NEWS: Baru juga agak tenang-tenangan, belakagan malah beredar kabar kalau virus corona mulai bermutasi lagi. Baru-baru ini, varian baru covid-19 sudah ditemukan.

Nah, varian baru yang diberi nama R.1 ini masih jadi pembahasan penting bagi para peneliti di Amerika Serikat saat ini.

Seperti disampaikan tim Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention) R.1 menjadi varian berikutnya dari virus corona.

Saat ini, para peneliti di Amerika, memang belum mendaftarkan R.1, lantaran masih dalam proses penelitian lanjutan dari virus ini.

BACA JUGA:Cek Fakta: Isu KPK Tetapkan Anies Baswedan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Rp 100 Miliar Dari Saham Minuman Keras!

Selain itu menurut mereka, sama seperti varian Mu, perkembangan tentang R.1 ini masih terus berlanjut dan diobservasi.

Meski begitu, kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan varian ini berkembang atau menyebar ke negara-negara lain, termasuk di Indonesia.

Untuk itu, ada baiknya juga kita mengenal lebih jauh, terkait varin R.1 ini. Berdasarkan paparan  laman SHAPE, berikut adalah rincian dari apa yang saat ini diketahui tentang varian R.1

R.1 memang baru mulai ramai dibahas, namun menurut para peneliti AS tersebut, vari ini justru sudah ada selama beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Tukul Mengalami Pendarahan Otak, Isunya Gegara Habis Vaksin Covid-19? Begini Penjelasan Dokter Ahli Secara Ilmiah

Bahkan, dikabarkan pertama kali terdeteksi, malah di Jepang tahun lalu. Sejak itulah, varian ini menyebar ke negara lain, termasuk AS.

+++++

Menurut Charlene Brown, MD. Ph. D, dokter dan penasihan kesehatan masyarakat dari Everlywell, bahwa varian R.1 menyumbang kurang dari 0,5 persen kasus.

Kategori :

Terpopuler